''Lyla!!!!!!!!!!!!!!"
Aku terbangun mendengar suara ibu berteriaj membangunkanku untuk sekolah, kulihat jam di hpku menunjukan pukul 5:40, aku langsung mengambil handuk fan lan perhi kekamar mandi. Sekitar 30menit aku keluar dari kamar mandi, segera aku berpakaian.suara ibu yang terus memanggil tidak aku hiraukan , karena pasti perkataannya selalu sama.
Setalah seleasi aku mengeringkan rambutku denga hairdryer yang aku ambil dari kamar kakaku. aku segera menuruni tangga, setelah sampai dibawah iby langsung berkata " tuhkan liat semalem si dibilangi suruh tidur cepet malah sk mau, udah tau bangunnya susah." Ingin sekalu rasanya aku menjawab perkataan itu, tapi jangankan menjawab satu katapun tak bisa aku ucpakan.
Stelah selasi sarapan aku langsung berangkat ketempat aku dan temanku biasa bertemu dika namanya.Sebenarnya dia anak yang cukup lumayan tampan, taopi syang sekali ia selalu murung karena orang tuanya selalu berkerja.untungnya ada aku yang selalu menemaninya, kalau aku tidak ada mungkin dy sudah menjadi anak orang kaya yang sombong.
Hampir setiap hari aku berngkat kesekolah dengannya,,selain bisa mengirit ongkos aku juga bise beristiraht dimobilnya yang bagus itu." Lyla cepat kita udah telat ni."
Satu hal yang aku heran kenapa dy sampai mw ikut terlambat hanya demi berangkat kesekolah bersamaku.Pikiran orang kaya memang sulit ditebk.
Saat sampai depan sekolah pintu depan masih terbuka,,dalam hati aku berkata" huuh masih aman." tapi itu dipikiraqnku saat aku masuk pak budi sudah menunggu didepan mushola..pikiran tenang dikepalaku langsung berubah menjadi panik memikirkan alasan apa yang akan aku gunakan kali ini.sempat aku aku melihat kearah dika..sesuatu yang tidak mengejutkan,,lagi-lagi wajahnya diam tanpa ekspresi seolah-olah sia tidak takut akan ceramah pak budi yang lamanya minta ampun.
"Kamu lagi, kamu lagi lyla!! apa kamu tidak bosan terlambat terus." itulah yang selalu yang dikatakan pak budi pada setiap anak yang terlambat. bahkan pada anak yang baru pertama kali terlambat.Heran apa dy tidak ada kata-kata lain selain itu?."Kenapa melamun coba jawab!"
pada saat aku mau bicara denga polosnya dika berkata,,"tadi dia menunggu saya dulu pak."
tiba-tiba saja nada bicara pak budi langsung berubah." dika kamu kan siswa berprestasi,, sebaiknya kamu jangn terlalu sering bermain denagn lyla ya." mendengar itu dalam hati aku berkata "hah bisa-bisa dia berkata begitu?".tspi dika selalu bisa mengatasinya." nanti saya pikirkan lagi."
Mendengar itu pak budi hanya bise menahan amarahnya..sebenarnya pak budi ingin sekali memarahi dika,tapi karena dika anak yang pintar dan sudah beberapa kali juara dalam perlombaan anter sekolah,pak budi tidak bisa berbuat ap-apa." baiklah kalian boleh masuk kelas..
aku terkejut sekali dia mengatkan itu,, itu seperti "hello tanpa ceramhnya dia membiarkan murid terlmbat pergi begitu saja."pikiranku tentang guru iotu sedikit berubah.
"tapi lyla nanti pulang sekolah kamu harus lari keliling lapangn sebanyak 5 kali."tiba-tiba dya berkata bgitu.tapi aku hanya menjawab "baik pak". aku tarik kata-kataku tentang mengubah pikiranku terhadap guru itu,, guru itu tetap saja guru killer.
bersmbung
Aku terbangun mendengar suara ibu berteriaj membangunkanku untuk sekolah, kulihat jam di hpku menunjukan pukul 5:40, aku langsung mengambil handuk fan lan perhi kekamar mandi. Sekitar 30menit aku keluar dari kamar mandi, segera aku berpakaian.suara ibu yang terus memanggil tidak aku hiraukan , karena pasti perkataannya selalu sama.
Setalah seleasi aku mengeringkan rambutku denga hairdryer yang aku ambil dari kamar kakaku. aku segera menuruni tangga, setelah sampai dibawah iby langsung berkata " tuhkan liat semalem si dibilangi suruh tidur cepet malah sk mau, udah tau bangunnya susah." Ingin sekalu rasanya aku menjawab perkataan itu, tapi jangankan menjawab satu katapun tak bisa aku ucpakan.
Stelah selasi sarapan aku langsung berangkat ketempat aku dan temanku biasa bertemu dika namanya.Sebenarnya dia anak yang cukup lumayan tampan, taopi syang sekali ia selalu murung karena orang tuanya selalu berkerja.untungnya ada aku yang selalu menemaninya, kalau aku tidak ada mungkin dy sudah menjadi anak orang kaya yang sombong.
Hampir setiap hari aku berngkat kesekolah dengannya,,selain bisa mengirit ongkos aku juga bise beristiraht dimobilnya yang bagus itu." Lyla cepat kita udah telat ni."
Satu hal yang aku heran kenapa dy sampai mw ikut terlambat hanya demi berangkat kesekolah bersamaku.Pikiran orang kaya memang sulit ditebk.
Saat sampai depan sekolah pintu depan masih terbuka,,dalam hati aku berkata" huuh masih aman." tapi itu dipikiraqnku saat aku masuk pak budi sudah menunggu didepan mushola..pikiran tenang dikepalaku langsung berubah menjadi panik memikirkan alasan apa yang akan aku gunakan kali ini.sempat aku aku melihat kearah dika..sesuatu yang tidak mengejutkan,,lagi-lagi wajahnya diam tanpa ekspresi seolah-olah sia tidak takut akan ceramah pak budi yang lamanya minta ampun.
"Kamu lagi, kamu lagi lyla!! apa kamu tidak bosan terlambat terus." itulah yang selalu yang dikatakan pak budi pada setiap anak yang terlambat. bahkan pada anak yang baru pertama kali terlambat.Heran apa dy tidak ada kata-kata lain selain itu?."Kenapa melamun coba jawab!"
pada saat aku mau bicara denga polosnya dika berkata,,"tadi dia menunggu saya dulu pak."
tiba-tiba saja nada bicara pak budi langsung berubah." dika kamu kan siswa berprestasi,, sebaiknya kamu jangn terlalu sering bermain denagn lyla ya." mendengar itu dalam hati aku berkata "hah bisa-bisa dia berkata begitu?".tspi dika selalu bisa mengatasinya." nanti saya pikirkan lagi."
Mendengar itu pak budi hanya bise menahan amarahnya..sebenarnya pak budi ingin sekali memarahi dika,tapi karena dika anak yang pintar dan sudah beberapa kali juara dalam perlombaan anter sekolah,pak budi tidak bisa berbuat ap-apa." baiklah kalian boleh masuk kelas..
aku terkejut sekali dia mengatkan itu,, itu seperti "hello tanpa ceramhnya dia membiarkan murid terlmbat pergi begitu saja."pikiranku tentang guru iotu sedikit berubah.
"tapi lyla nanti pulang sekolah kamu harus lari keliling lapangn sebanyak 5 kali."tiba-tiba dya berkata bgitu.tapi aku hanya menjawab "baik pak". aku tarik kata-kataku tentang mengubah pikiranku terhadap guru itu,, guru itu tetap saja guru killer.
bersmbung
0 komentar:
Posting Komentar